Pengembangan Sistem Penerimaan Siswa Terintegrasi (SIPERI) sebagai Inovasi Digital PPDB dalam Mendukung Good School
DOI:
https://doi.org/10.53624/kontribusi.v5i2.879Keywords:
SIPERI, PPDB Online, Digitalisasi Pendidikan, Good School Governance, Transformasi DigitalAbstract
Latar Belakang: Transformasi digital dalam tata kelola pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan good school governance. Kabupaten Lahat menghadapi tantangan dalam pelaksanaan PPDB yang masih manual dan semi-digital sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi, keterbatasan transparansi, dan inkonsistensi prosedur. Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Penerimaan Siswa Terintegrasi (SIPERI) sebagai platform PPDB online untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan pendidikan. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama April 2023–Januari 2024 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terintegrasi dengan System Development Life Cycle (SDLC). Tahapan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan dan uji coba, pelatihan dan pendampingan, serta implementasi dan evaluasi dampak. Hasil: Implementasi SIPERI mempercepat proses verifikasi administrasi dari 2–3 hari menjadi kurang dari 1 hari, menurunkan kesalahan input data, serta meningkatkan transparansi kuota dan hasil seleksi secara real-time. Tingkat kepuasan pengguna mencapai 87% berdasarkan survei internal. Kesimpulan: SIPERI berkontribusi signifikan terhadap penguatan tata kelola PPDB berbasis digital di Kabupaten Lahat dan dapat direplikasi pada daerah dengan karakteristik serupa.
Downloads
References
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2023). Evaluasi implementasi digitalisasi layanan publik daerah di Indonesia. Bappenas RI.
Baum, F., MacDougall, C., & Smith, D. (2006). Participatory action research. Journal of Epidemiology & Community Health, 60(10), 854–857. https://doi.org/10.1136/jech.2004.028662 DOI: https://doi.org/10.1136/jech.2004.028662
Bouckaert, G., & Van de Walle, S. (2019). Trust in public administration. Public Management Review, 21(1), 1–8. https://doi.org/10.1080/14719037.2018.1473472 DOI: https://doi.org/10.1080/14719037.2018.1473472
Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat. (2023). Laporan implementasi SIPERI Kabupaten Lahat tahun 2023. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.
Dwiyanto, A. (2021). Reformasi birokrasi publik di Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Heeks, R. (2018). Information and communication technology for development (ICT4D). The Information Society, 34(2), 93–101. https://doi.org/10.1080/01972243.2018.1425600
Kemendikbudristek. (2023). Petunjuk teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian PANRB. (2022). Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional 2022. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Layne, K., & Lee, J. (2001). Developing fully functional e-government: A four-stage model. Government Information Quarterly, 18(2), 122–136. https://doi.org/10.1016/S0740-624X(01)00066-1 DOI: https://doi.org/10.1016/S0740-624X(01)00066-1
Margetts, H., & Dunleavy, P. (2013). The second wave of digital-era governance. Philosophical Transactions of the Royal Society A, 371(1987), 20120382. https://doi.org/10.1098/rsta.2012.0382 DOI: https://doi.org/10.1098/rsta.2012.0382
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002 DOI: https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002
Norris, P. (2001). Digital divide: Civic engagement, information poverty, and the Internet worldwide. Cambridge University Press. DOI: https://doi.org/10.1017/CBO9781139164887
OECD. (2020). Digital government index 2019: Results and key findings. OECD Publishing.
Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2015). Software engineering: A practitioner’s approach (8th ed.). McGraw-Hill Education.
Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2015). Software engineering: A practitioner’s approach (8th ed.). McGraw-Hill Education.
Rahayu, S. (2022). Literasi digital masyarakat dalam layanan publik daring. Jurnal Administrasi Publik, 18(2), 145–158.
Riyanto, S., & Pratama, A. (2021). Implementasi e-government dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 17(2), 89–102. https://doi.org/10.30606/jian.v17i2.712
Sari, M., & Nugroho, R. (2020). Transparansi dan akuntabilitas PPDB online dalam perspektif good governance. Jurnal Kebijakan Publik, 11(3), 211–223. https://doi.org/10.31258/jkp.11.3.p.211-223
Setiawan, D., & Anggraeni, T. (2020). Kesiapan infrastruktur teknologi informasi dalam mendukung SPBE daerah. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 9(1), 45–56. https://doi.org/10.31294/jtik.v9i1.7654
UNESCO. (2021). Digital transformation in education: Policy brief. UNESCO Publishing.
United Nations Development Programme (UNDP). (2015). Governance for sustainable development. UNDP.
World Bank. (2022). Digital development overview. World Bank Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yuni Kusuma Arumsari, Rizki Nur Iman, Rian Yusuf, Hasperi Susanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
5. Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



