Pengaruh Layanan Ibadah Khusus Kaum Muda Berdasarkan Konsep Teori Bauran Pemasaran 7P Terhadap Kepuasan Pemuda di GKJW Jemaat Wonoasri
DOI:
https://doi.org/10.53624/kontribusi.v6i2.830Keywords:
Kepuasan Jemaat, Ibadah Pemuda, Bauran Pemasaran 7P, Gereja, Pelayanan RohaniAbstract
Latar belakang: Keterlibatan pemuda dalam ibadah gereja cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir karena ibadah sering dianggap monoton dan kurang relevan dengan kehidupan generasi muda. Kepuasan pemuda tidak hanya ditentukan oleh aspek spiritual, tetapi juga oleh pengalaman sosial, emosional, serta kualitas pelayanan ibadah secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan kerangka Marketing Mix 7P (produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik) sebagai pendekatan komprehensif untuk mengevaluasi pelayanan ibadah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pemuda terhadap pelayanan ibadah di GKJW Jemaat Wonoasri serta mengkaji pengaruh tujuh dimensi bauran pemasaran jasa terhadap kepuasan tersebut. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei daring terhadap 36 responden pemuda aktif dan semiaktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert 3 poin yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Spearman dan reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha (α > 0,7). Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,3% responden menyatakan cukup puas terhadap ibadah pemuda. Dimensi tempat, proses, promosi, produk, dan harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan, sementara dimensi people dan bukti fisik tidak signifikan. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi gereja dalam merancang ibadah pemuda yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Downloads
References
Adusei, C. (2022). Service quality, satisfaction, and loyalty in church service: Evidence from Ghanaian congregations. Global Journal of Management and Business Research: E Marketing, 22(1), 12–22. https://journalofbusiness.org
Areiza-Padilla, J. A., & Galindo-Becerra, R. (2022). Spiritual experience and parishioners’ satisfaction in the Eucharist online. Religions, 13(11), 1104. https://doi.org/10.3390/rel13111104 DOI: https://doi.org/10.3390/rel13111104
Chartered Institute of Marketing (CIM). (2025). Marketing mix and customer value in service experience. https://www.cim.co.uk
ChurchTrac. (2024). Church attendance trends after the pandemic. https://www.churchtrac.com
Cooper, A.-P., Laato, S., Nenonen, S., Pope, N., & Tjiharuka, D. (2023). The reconfiguration of social, digital, and physical presence: From online church to church online. HTS Teologiese Studies/Theological Studies. https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8162 DOI: https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8162
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Etikan, I. (2023). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 12(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20231201.11 DOI: https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Gallup. (2023). Religious service attendance remains below pre-pandemic levels. https://news.gallup.com
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2022). Multivariate data analysis (9th ed.). Pearson Education.
Hinton, P. R., McMurray, I., & Brownlow, C. (2022). SPSS explained (3rd ed.). Routledge. DOI: https://doi.org/10.4324/9780429350863
Laerd Statistics. (2023). Spearman’s rank-order correlation using SPSS Statistics. https://statistics.laerd.com/
Lontoh, F. O. L., & Wibowo, D. A. (2025). Transformation of worship and virtual community. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 81(1), Article a10592. https://doi.org/10.4102/hts.v81i1.10592 DOI: https://doi.org/10.4102/hts.v81i1.10592
McCarthy, E. J. (1960). Basic marketing: A managerial approach. Richard D. Irwin.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2023). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (5th ed.). SAGE Publications.
Oxford College of Marketing. (2020, October 8). Understanding the 7Ps of the marketing mix. https://blog.oxfordcollegeofmarketing.com
Prahalad, C. K., & Ramaswamy, V. (2004). The future of competition: Co-creating unique value with customers. Harvard Business Press. DOI: https://doi.org/10.1108/10878570410699249
Pew Research Center. (2024). Faith and community participation in a post-pandemic world. https://www.pewresearch.org
Rahmatullah, M. (2019). Strategi komunikasi gereja di era digital: Analisis interaksi dan engagement di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Pelayanan Kristen, 5(2), 89–101.
Sampe, D. (2025). Experience-oriented worship and youth engagement in Indonesian churches. Brill Journal of Religion and Communication, 7(1), 45–60. https://doi.org/10.1163/18785417-20250104
Santoso, Y. (2020). Ruang ibadah kontekstual dan pengalaman spiritual generasi muda. Jurnal Teologi dan Pelayanan, 15(2), 201–218.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2023). Research methods for business: A skill-building approach (8th ed.). Wiley.
Smart Insights. (2023). Applying the 7Ps of marketing in digital worship strategies. https://www.smartinsights.com
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.
Taber, K. S. (2018). The use of Cronbach’s alpha when developing and reporting research instruments in science education. Research in Science Education, 48(6), 1273–1296. https://doi.org/10.1007/s11165-016-9602-2 DOI: https://doi.org/10.1007/s11165-016-9602-2
Triyoga, A., & Febrijanto, Y. (2025). Pengaruh layanan ibadah khusus kaum muda berdasarkan konsep teori bauran pemasaran 7P terhadap kepuasan pemuda di GKJW Jemaat Wonoasri. Jurnal Penelitian STIKES RS Baptis Kediri, 1(1), 1–15.
YouTube GKJW Wonoasri. (2025). Channel activity and worship archives 2023–2025. https://www.youtube.com/@gkjwwonoasri
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Akde Triyoga, Yoyok Febrijanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
5. Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



